Review ubuntu 10.4 lucid lynx

On 8 June 2010, in kataku, by susiloharjo

ubuntu desktopSetelah beberapa hari ini mencoba netubuntu 10.4 di taby ini dia beberapa review testernya

  1. Dukungan hardware 97% berjalan baik di Toughbook CF-18, karena hampir semua driver dikenali kecuali touchscreen yang belum berhasil juga dikalibrasi mungkin butuh agak beberapa kali mencari infonya gimana ngetweaknya, dan belum berhasil menjalankan desktop 3D disini, sebelumnya pernah njalanin ubuntu 8.10 berhasil jalan semuanya dengan baik.
  2. Seperti biasa terus saja memberikan pengalaman yang baru disetiap rilistnya dari segi tampilan, software, dan dukungan hardware.
  3. Dari segi Office sudah mendukung Office 2007, walaupun kalau dibuka di open officenya agak gak karuan jadinya bisa kemana-mana tulisannya
  4. Soal koneksi internet dari dulu sampai sekarang memang linux selalu memberikan pengalaman berinternet lebih cepat, sudah tak buktikan beberapa kali dengan setting defaultnya koneksi internet di linux dan ubuntu pada khususnya lebih stabil
  5. Kemudahan install dan remove software dengan synaptic dan ubuntu software center (sebenarnya sih kurang lebih sama hanya saja ubuntu software center lebih simple)
  6. Menu desktop yang menarik di Netubuntu 10.4
  7. Urusan muter MP3 sepertinya sudah tidak jadi masalah lagi, g perlu repot dah langsung bisa muter mp3 dengan Rhytmbox music player
  8. Ubuntu one yang masih menyediakan hardisk online sebesar 2 GB
  9. Pokoknya sekali install semua deh ready dari ngenet, office, grafis, multimedia pokoknya ngga repot, kalau cari software tinggal masuk ke ubuntu software center yang berisi puluhan ribu software gratis
  10. Overall memang keren banget sudah gratis, fully support, banyak pilihan sesuai dengan minat masing masing, dari ubuntu, kubuntu, netubuntu, ubuntu studio, ngga nyesel migrasi ke ubuntu, pokoke maknyuuss :)

ubuntu mmg keren bgt

Tagged with:  

Open Office pengganti Microsoft Word

On 13 May 2008, in kataku, by susiloharjo

Sudah hampir sebulan ini aku menggunakan open office untuk menggantikan Microsoft Word, dan hasilnya ngga ada perbedaan yang berarti banyak tugas kantor yang kuselesaikan dengan baik2 saja di open office, dan kemudahan menjalankan file-file word untuk diedit, di open office turut mempermudah proses transfer dan yang paling asyik lagi ngga usah repot kalau mau menjadikan tulisan kita ke format .pdf sudah ada fasilitas tinggal klik ngga perlu nginstall apa-apa lagi so kita bisa lebih gampang untuk berkirim, atau sekedar share data jadi bisa lebih hemat kertas iya kan dan yang paling utama sih lebih hemat space kecil bgt file instalasinya dibandingkan Word yang hampir 400MB sendiri.

Sudah tidak ada alasan sepertinya tidak menggunakan open office banyak fasilitas mudah yang bisa kita dapatkan yang tidak kita dapatkan di Microsoft Word, dan aku jadi teringat bincang-bincang pak Onno W Purbo di TVone ketika membahas tentang open source seminggu yang lalu, saya salut begitu berapi-apinya Pak Onno membela habis-habisan open source dan benar adanya bahwa Open source sekarang sudah bisa disejajarkan dengan Microsoft, bahkan lebih, so mari perlahan-lahan mengilangkan ketergantungan kita dengan program berbayar. Masih banyak pilihan yang lebih bijak daripada kita membeli, masih banyak yang gratis tapi powerfull.

Dan ada kabar baik bagi pengguna software photoshop bahwa wine sekarang lagi menggarap agar photoshop bisa dijalankan dengan lancar di linux so tunggu aja kabar gembiranya, semoga autocad juga bisa segera menyusul, kalau bisa migrasi penuh dan say goodbye buat microsoft. Aku mulai gatel nih ngulik linux lagi mau tak install dual OS harddisk lagi penuh foto2 jadinya tunggu dulu aja deh tapi komputer rumah sudah terinstall linux habis puyeng ngurusin virus.

Tagged with: