Sejarah Prosesor Intel

On 25 May 2010, in kataku, by susiloharjo

Berikut adalah sedikit sejarah perkembangan prosesor Intel dan para clone-nya yang berhasil disarikan • Debut Intel dimulai dengan processor seri MCS4 yang merupakan cikal bakal dari prosesor i4040. Processor 4 bit ini yang direncanakan untuk menjadi otak calculator , pada tahun yang sama (1971), intel membuat revisi ke i440. Awalnya dipesan oleh sebuah perusahaan Jepang untuk pembuatan kalkulator , ternyata prosesor ini jauh lebih hebat dari yang diharapkan sehingga Intel membeli hak guna dari perusahaan Jepang tersebut untuk perkembangan dan penelitian lebih lanjut. Di sinilah cikal bakal untuk perkembangan ke arah prosesor komputer.

• Berikutnya muncul processor 8 bit pertama i8008 (1972), tapi agak kurang disukai karena multivoltage.. lalu baru muncul processor i8080, disini ada perubahan yaitu jadi triple voltage, pake teknologi NMOS (tidak PMOS lagi), dan mengenalkan pertama kali sistem clock generator (pake chip tambahan), dikemas dalam bentuk DIP Array 40 pins. Kemudian muncul juga processor2 : MC6800 dari Motorola -1974, Z80 dari Zilog -1976 (merupakan dua rival berat), dan prosessor2 lain seri 6500 buatan MOST, Rockwell, Hyundai, WDC, NCR dst. Z80 full compatible dengan i8008 hanya sampai level bahasa mesin. Level bahasa rakitannya berbeda (tidak kompatibel level software). Prosesor i8080 adalah prosesor dengan register internal 8-bit, bus eksternal 8-bit, dan memori addressing 20-bit (dapat mengakses 1 MB memori total), dan modus operasi REAL.

Continue reading »

Tagged with:  

Scientific vs metric notation

On 23 November 2007, in kataku, by susiloharjo

Scientific notation

Ada yang belum tahu bedanya scientific notation dengan metric notation, baiklah disini kak eko akan menjelaskannya J . Jadi yang namanya scientific notation tidak lain adalah suatu cara untuk menyederhanakan penyebutan dari sebuah nilai sehingga didapatkan penyebutan yang lebih mudah, biasa cara ini dilakukan ketika kita ingin menemukan keakuratan sebuah nilai.

Daripada bingung ini nih yang namanya scientific notation.

Ada yang masih ngat massa proton J ini nih masa proton = 0.00000000000000000000000167 grams nah kalau kita nyebutin tuh nilai kan puanjang banget khan ribet bilangnya, nah dengan scientific notation kita bisa menyebutnya dengan cara yang lebih pendek lebih simple. Maka massa proton kalau disederhanakan akan menjadi 1.67 x 10-24 grams nah gampang kan nyebutnya, 1,67 dikali 10 pangkat minus 24 ngga lagi ribet 0.00000000000000000000000167 grams. Caranya ada yang belum tahu pasti dah tau semua kan masa ngga bisa, caranya gampang tinggal dihitung mundur komanya kebelakang sampai dengan dibelakang satu maka akan didapat nilai 24 dikarenakan nol koma maka nilainya jadi minus. Contoh lain yang lebih gampang misalkan 1000 maka akan menjadi 1 x 103 kalau yang ini dikarenakan nilainya tidak nol koma maka nilainya positif sehingga komanya degeser kedepan sehingga menjadi dibelakang 1 sebesar 3 maka menjadi 10 pangkat 3 alias 103.

Continue reading »

Tagged with:  

Hukum ohm

On 22 November 2007, in kataku, by susiloharjo

Pada dasarnya sebuah rangkaian listrik terjadi ketika sebuah penghantar mampu dialiri electron bebas secara terus menerus. Aliran yang terus-menerus ini yang disebut dengan arus, dan sering juga disebut dengan aliran, sama halnya dengan air yang mengalir pada sebuah pipa.

Tenaga (the force) yang mendorong electron agar bisa mengalir dalam sebauh rangkaian dinamakan tegangan. Tegangan adalah sebenarnya nilai dari potensial energi antara dua titik. Ketika kita berbicara mengenai jumlah tegangan pada sebuah rangkaian, maka kita akan ditujukan pada berapa besar energi potensial yang ada untuk menggerakkan electron pada titik satu dengan titik yang lainnya. Tanpa kedua titik tersebut istilah dari tegangan tersebut tidak ada artinya.

Elektron bebas cenderung bergerak melewati konduktor dengan beberapa derajat pergesekan, atau bergerak berlawanan. Gerak berlawanan ini yang biasanya disebut dengan hambatan. Besarnya arus didalam rangkaian adalah jumlah dari energi yang ada untuk mendorong electron, dan juga jumlah dari hambatan dalam sebuah rangkaian untuk menghambat lajunya arus. Sama halnya dengan tegangan hambatan ada jumlah relative antara dua titik. Dalam hal ini, banyaknya tegangan dan hambatan sering digunakan untuk menyatakan antara atau melewati titik pada suatu titik.

Untuk menemukan arti dari ketetapan dari persamaan dalam rangkaian ini, kita perlu menentukan sebuah nilai layaknya kita menentukan nilai masa, isi, panjang dan bentuk lain dari persamaan fisika. Standard yang digunakan pada persamaan tersebut adalah arus listrik, tegangan ,dan hambatan.

Continue reading »

Tagged with: